MANAKAH TIPE TERBAIK UNTUK TRADING?

by | Mar 16, 2020 | Artikel | 0 comments

Untuk mengetahuinya , berikut adalah beberapa tipe trading yang selama ini di kenal.
1. Scalper

Scalper adalah sebutan bagi trader pengguna teknik Scalping. Frekuensi trading seorang scalper jauh lebih sering dibanding trader lainnya. Dalam trading forex, kegiatannya masuk (entry) dan keluar (exit) pasar secepatnya, meraup beberapa pip setiap trade sebagai targetnya, dan sering kali mematok risiko yang lebih besar dibanding Target Profit-nya.    Seorang Scalper  hanya mengincar pergerakan harga dalam range yang sangat sempit, sehingga tidak harus mempertimbangkan arah tren pada timeframe tinggi. Biasanya, Scalper akan trading pada timeframe yang sangat rendah (di bawah H1), bahkan seperti 5 menit (M5) atau 1 menit (M1). 

2. Day Trader

Cara trading berdasarkan jarak waktu entry dan exit yang digunakan adalah Trading Harian (Day Trading). Pengguna teknik ini masuk dalam tipe trader Day Trader. Tujuan seorang Trader Harian pada umumnya adalah masuk dan keluar pasar dalam satu hari perdagangan saja, dengan Risk/Reward Ratio minimal 1:1.  Pada prinsipnya, seorang Day Trader memiliki cara trading yang mirip dengan seorang Scalper, yaitu masuk dan keluar pasar secepat mungkin karena mengharapkan kepastian profit atau loss dengan cepat. Hanya saja, Day Trader lebih fokus pada arah tren dan cenderung trading searah dengan tren yang sedang terjadi (trend-following).

3. Position Trader

Dibandingkan dua tipe trader sebelumnya, Position Trader lebih jarang masuk dan keluar pasar, karena jangka waktu trading lebih panjang. Pada umumnya, mereka menahan sebuah posisi trading hingga beberapa hari atau beberapa minggu. Sebagian Position Trader masuk pasar hanya berdasarkan analisa fundamental, tetapi pada umumnya mereka menggabungkan analisa teknikal dan fundamental. Biasanya tipe trader ini menentukan level Stop Loss yang besar, bisa hingga ratusan pip dengan Risk/Reward Ratio minimal 1:1

4. Swing Trader

Swing Trading adalah cara trading jangka menengah dengan mengambil titik-titik entry dan exit pada level-level tertinggi dan terendah dalam sebuah arah tren, baik ketika terjadi uptrend ataupun downtrend. Swing Trader menggunakan timeframe yang berubah-ubah tergantung dari timeframe mana yang paling jelas memberikan informasi titik-titik entry, serta titik-titik reversal dan koreksi (retracement). Waktu trading tipe trader ini tidak pasti; kadang bisa jangka pendek jika kriteria entry dan exit sudah terpenuhi, atau jangka panjang bila masih menunggu level target profit tercapai. Pada umumnya, Swing Trader menerapkan berbagai indikator teknikal termasuk Fibonacci Retracement, garis dan Channel tren, serta Pivot Point

Lalu manakah Tipe terbaik untuk mendapatkan Profit yang maksimal???

Apakah harus memperlajari semua ??

Tidak usah repot-repot cukup bergabung bersama kami, biar kami yang mengatur semua untuk anda.

Pin It on Pinterest

Share This